Senin, 03 Desember 2012

Pemanfaatan Limbah Plastik Menjadi Kerajinan


  Oleh  : Peni Widi Hastuti


A. Pendahuluan
Limbah merupakan hasil buangan dari aktifitas atau proses produksi dalam kegiatan sehari-hari yang pada konsentrasi tertentu dapat menimbulkan pencemaran lingkungan apabila tidak ditangani dengan tepat. Pada dasarnya limbah dibagi atas limbah organik dan limbah anorganik. Limbah organik adalah limbah yang dapat membusuk, sedangkan limbah anorganik merupakan limbah yang tidak dapat membusuk. Pada kesempatan ini akan dibahas mengenai limbah anorganik. Contoh dari limbah anorganik diantaranya plastik, kayu, botol, kaca,  batrei dan lain-lain. Plastik merupakan nama yang digunakan untuk mewakili ribuan bahan yang berbeda sifat fisis, mekanis, dan kimia. Secara garis besar plastik dapat digolongkan menjadi dua golongan besar, yakni plastik yang bersifat thermoplastic dan yang bersifat thermoset. Thermoplastic dapat dibentuk kembali dengan mudah dan dapat diproses dalam bentuk lain, sedangkan jenis thermoset bila telah mengeras tidak dapat dilunakkan kembali. Seiring dengan perkembangan teknologi, kebutuhan akan plastik terus meningkat. Data BPS tahun 1999 menunjukkan bahwa volume perdagangan plastik impor Indonesia, terutama polipropilena (PP) pada tahun 1995 sebesar 136.122,7 ton sedangkan pada tahun 1999 sebesar 182.523,6 ton, sehingga dalam kurun waktu tersebut terjadi peningkatan sebesar 34,15%. Jumlah tersebut diperkirakan akan terus meningkat pada tahun-tahun selanjutnya. Sebagai konsekuensinya, peningkatan limbah plastikpun tidak terelakkan. Menurut Hartono (1998) komposisi sampah atau limbah plastik yang dibuang oleh setiap rumah tangga adalah 9,3% dari total sampah rumah tangga. Di Jabotabek rata-rata setiap pabrik menghasilkan satu ton limbah plastik setiap minggunya. Jumlah tersebut akan terus bertambah, disebabkan sifat-sifat yang dimiliki plastik, antara lain tidak dapat membusuk, tidak terurai secara alami, tidak dapat menyerap air, maupun tidak dapat berkarat, dan pada akhirnya akhirnya menjadi masalah bagi lingkungan. (YBP, 1986).
Plastik juga merupakan bahan anorganik buatan yang tersusun dari bahan-bahan kimia yang cukup berbahaya bagi lingkungan. Limbah  plastik ini sangatlah sulit untuk diuraikan secara alami. Untuk menguraikan sampah plastik itu sendiri membutuhkan kurang lebih 80 tahun agar dapat terdegradasi secara sempurna. Oleh karena itu penggunaan bahan plastik dapat dikatakan tidak bersahabat ataupun konservatif bagi lingkungan apabila digunakan tanpa menggunakan batasan tertentu. Sedangkan di dalam kehidupan sehari-hari, khususnya kita yang berada di Indonesia,penggunaan bahan plastik bisa kita temukan di hampir seluruh aktivitas hidup kita. Padahal apabila kita sadar, kita mampu berbuat lebih untuk hal ini yaitu dengan menggunakan kembali (reuse) kantung plastik yang disimpan di rumah. Dengan demikian secara tidak langsung kita telah mengurangi limbah plastik yang dapat terbuang percuma setelah digunakan (reduce). Atau bahkan lebih bagus lagi jika kita dapat mendaur ulang plastik menjadi sesuatu yang lebih berguna (recycle). Bayangkan saja jika kita berbelanja makanan di warung tiga kali sehari berarti dalam satu bulan satu orang dapat menggunakan 90 kantung plastik yang seringkali dibuang begitu saja. Jika setengah penduduk Indonesia melakukan hal itu maka akan terkumpul 90×125 juta=11250 juta kantung plastik yang mencemari lingkungan. Berbeda jika kondisi berjalan sebaliknya yaitu dengan penghematan kita dapat menekan hingga nyaris 90% dari total sampah yang terbuang percuma. Namun fenomena yang terjadi adalah penduduk Indonesia yang masih malu jika membawa kantung plastik kemana-mana. Sebagai contoh di supermarket negara China, setiap pengunjung diwajibkan membawa kantung plastik sendiri dan apabila tidak membawa maka akan dikenakan biaya tambahan atas plastik yang dikeluarkan pihak supermarket.
Jika limbah plastik yang berada di lingkungan terus bertambah, sedangkan tindakan untuk penanggulangan limbah tersebut belum ada. Apakah yang akan terjadi dengan bumi ini beberapa tahun mendatang ? Disinilah dibutuhkan daya pikir kreatif bagaimanakah cara mengolah limbah  plastik  yang berada di lingkungan kita menjadi barang yang bermanfaat dan memiliki nilai ekonomis. Di negara  Indonesia pada umumnya limbah plastik dari rumah tangga dimanfaatkan dengan cara pemakaian ulang. Sebagai contoh, wadah cat dan ember yang sudah tidak terpakai bisa digunakan sebagai pot bunga atau untuk menanam tanaman bonsai,cabai, tomat dan semacamnya yang memungkinkan untuk ditanam dalam wadah kecil. Tas kresek juga bisa disimpan dengan rapi dan pada akhirnya digunakan kembali untuk membungkus. Cara diatas mungkin dirasa kurang memberi  manfaat yang signifikan dalam mengurangi limbah plastik  yang berada pada lingkungan, karena seperti yang telah disebutkan diatas perkembangan teknologi semakin mendorong meningkatnya konsumsi plastik oleh masyarakat. Hal tersebut di atas  harus diimbangi dengan peningkatan pemanfatan plastik  secara tepat. Misalnya saja plastik yang berada dalam lingkungan sekitar kita maanfaatkan kembali dalam bentuk lain yang lebih  menarik  atau kita buat kerajinan tangan ,sehingga hal tersebut akan membuka peluang bisnis yang menguntungkan dan dapat meningkatkan nilai ekonomis dari plastik  tersebut.

B. Proses Pemanfaatan Limbah Plastik Bekas Menjadi Kerajinan
Pemanfaatan limbah plastik merupakan upaya menekan pembuangan plastik seminimal mungkin dan dalam batas tertentu menghemat sumber daya dan mengurangi ketergantungan bahan baku impor. Pemanfaatan limbah plastik dapat dilakukan dengan pemakaian kembali (reuse) maupun daur ulang (recycle). Pemanfaatan limbah plastik dengan cara daur ulang umumnya dilakukan oleh industri. Secara umum terdapat empat persyaratan agar suatu limbah plastik dapat diproses oleh suatu industri, antara lain limbah harus dalam bentuk tertentu sesuai kebutuhan (biji, pellet, serbuk, pecahan), limbah harus homogen, tidak terkontaminasi, serta diupayakan tidak teroksidasi. Untuk mengatasi masalah tersebut, sebelum digunakan limbah plastik diproses melalui tahapan sederhana, yaitu pemisahan, pemotongan, pencucian, dan penghilangan zat-zat seperti besi dan sebagainya (Sasse et al.,1995). Terdapat hal yang menguntungkan dalam pemanfaatan limbah plastik di Indonesia dibandingkan negara maju. Hal ini dimungkinkan karena pemisahan secara manual yang dianggap tidak mungkin dilakukan di negara maju, dapat dilakukan di Indonesia yang mempunyai tenaga kerja melimpah sehingga pemisahan tidak perlu dilakukan dengan peralatan canggih yang memerlukan biaya tinggi. Kondisi ini memungkinkan berkembangnya industri daur ulang plastik di Indonesia (Syafitrie, 2001). 
Kerajinan tangan dari sampah plastik merupakan cara yang bisa kita tempuh untuk membuka peluang usaha. Seperti diketahui plastik merupakan bahan kebutuhan yang banyak dipergunakan dalam kehidupan manusia modern. Akan tetapi sisa sampah plastik menjadi permasalahan tersendiri  bagi kehidupan. Solusinya adalah dengan mengurangi penggunaan bahan yang berasal dari plastik atau mendaur ulang sampah plastik menjadi barang yang bermanfaat.  Sampah plastik bisa diolah menjadi aneka kerajinan yang memiliki potensi ekonomi yang cukup baik. Peluang usaha kerajinan sampah plastik ini disamping mendatangkan keuntungan  juga dapat  mengurangi polusi akibat sampah plastik.
Langkah awal mengolah sampah plastik menjadi kerajinan adalah adalah memisahkan sampah kering dan sampah basah. Selanjutnya sampah kering seperti bungkus minuman ringan seperti kopi, susu dan mi instan dibersihkan. Setelah itu plastik-plastik yang telah dicuci dan dikeringkan  dipotong-potong seperti pola barang kerajinan yang akan dibuat. Pola dibuat sesuai dengan kreasi dan barang yang diinginkan, misalnya saja kerajinan tangan yang berupa tas. Langkah-  langkah yang dapat di tempuh adalah:
1.    Tas plastik bekas yang sudah tidak terpakai dikumpulkan lalu dicuci            
bersih.
2.    Kelompokkan plastik-plastik tersebut menurut warnanya, biasanya ada hitam, putih, merah, biru, dsb. (Bisa juga dipisahkan menurut ukuran serta ketebalannya, sehingga bisa lebih seragam).
3.    Potong melintang dengan ukuran 15 cm x 40 cm. Ukuran ini bisa diatur sesuai jenis produk yang ingin dihasilkan.
4.    Tentukan warna motif yang akan dibuat. Jika menginginkan tas motif merah hitam, maka plastik warna itu saja yang digunakan.
5.    Kaitkan potongan-potongan tersebut sehingga membentuk anyaman. Setelah saling terikat lalu disimpulkan membentuk segi empat. Begitu seterusnya sampai membentuk lembaran.
6.    Setelah membentuk lembaran, barulah dipotong/dibentuk lagi sesuai keinginan.
  1. Langkah selanjutnya adalah menjahit sesuai dengan pola tersebut.
Selain contoh diatas, kerajinan tangan yang dapat dibuat dari limbah plastik diantaranya payung yang terbuat dari plastik bekas, bantal hias, dompet, dan sebagainya. Pada tahap ini diperlukan daya kreativitas yang tinggi dari setiap individu untuk dapat mengembangkan kreativitasnya, selain hal tersebut keterampilan menjahit juga di perlukan. Apabila komponen- komponen tersebut dapat terpenuhi maka usaha pemanfaatkan limbah plastik bekas dapat dijalankan.Saat ini kerajinan dari sampah plastik telah menjadi produk fashion tersendiri yang berasal dari barang daur ulang atau bisa disebut trashion. Trashion ini artinya fashion dari sampah. Dengan menjadi trashion nanti, produk kerajinan daur ulang sampah kering akan bisa dinikmati tidak saja kalangan masyarakat menengah ke bawah tapi juga kalangan menengah atas yang biasanya sangat memperhatikan kualitas produk kerajinan yang akan dibeli. Indonesia sebenarnya mempunyai sumber daya manusia (SDM) yang sangat berkualitas, tidak menutup kemungkinan warganya dapat membuat kreativitas yang baik. Pelatihan tentang kecakapan untuk berkreasi sangat dibutuhkan. Disinilah  peran pemerintah menyediakan sarana dan prasarana yang mendukung masyarakat untuk bertindak kreatif bukan konsumtif.  Selain hal tersebut sosialisasi serta pengarahan mengenai bagaimanakah cara menjaga lingkungan, mengolah sampah dan lain- lain perlu diadakan. Dengan demikian, seiring berjalannya waktu produk daur ulang yang dihasilkan tidak menutup kemungkinan bisa menembus pasar internasional.

C.  Manfaat Mendaur Ulang Limbah Plastik  Bekas       
Kita tentu mengetahui bahwa limbah plastik yang terdapat pada lingkungan akan berdampak negatif bagi kehidupan apabila tidak ditangani dengan baik. Dampak negatif tersebut diantaranya banjir yang disebabkan oleh meluapnya sungai karena banyaknya sampah plastik yang terdapat didalamnya, berbagai macam penyakit yang disebabkan oleh pencemaran lingkungan dan lain- lain. Oleh karena itu dibutuhkan langkah- langkah untuk menangani limbah plastik tersebut. Penanganan limbah plastik  tersebut akan terlaksana apabila sudah adanya kesadaran pada diri  masyarakat dan mereka mengetahui tentang manfaat yang akan diperoleh. Berikut beberapa manfaat dari penanganan limbah plastik:
1)    Penghematan sumber daya alam
2)    Penghematan energi
3)    Penghematan lahan TPA
4)    Lingkungan asri (bersih, sehat, nyaman)
5)    Mengurangi pencemaran
    1) Penghematan sumber daya alam
SDA ( Sumber Daya Alam) adalah segala sasuatu yang ada di alam ini yang dapat digunakan untuk berbagai keperluan kehidupan manusia. SDA dapat memiliki berbagai macam bentuk, seperti SDA pertanian, SDA pertambangan, dan lain- lain. Kebanyakan dari SDA itu merupakan SDA yang tidak dapat diperbaharui. Ini menandakan bahwa jika kita terus menerus menggunakan SDA secara berlebihan maka SDA tersebut akan cepat habis. Tetapi yang menjadi fenomena baru sekarang adalah terjadinya kelangkaan SDA air, padahal air merupakan SDA yang dapat diperbaharui. Eksploitasi yang berlebihan dapat merusak SDA. Kelangkaan air bersih bisa kita lihat di daerah gunung Kidul. Warga di sana sangat kesulitan mencari air bersih. Hal ini juga terjadi di beberapa tempat lain dikarenakan adanya pencemaran pada air sehingga air tidak dapat digunakan untuk kehidupan. Salah satu penyebabnya adalah sampah plastik yang mencemari sungai. Untuk itu pemanfaatan plastik dengan cara mendaur ulang diharapkan mampu mengurangi pencemaran air tersebut dan SDA dapat dihemat.

        2) Penghematan Energi
Program pendaur-ulangan plastik biasanya paling banyak mengumpulkan plastik kode 1, polyethylene terepthalate (PET). Biasanya digunakan sebagai botol minuman, PET didaur ulang menjadi produk karpet dan jaket. Pendaur-ulangan PET menghabiskan 1/10 energi untuk membuat botol plastik baru dari bahan mentah. Proses daur ulang dapat menyimpan energi lebih banyak, konsumsi sumber daya alam dan pengaruh lingkungan merupakan faktor penting yang harus dipertimbangkan. Pendaur-ulangan aluminium mengurangi kebutuhan bijih bauksit agar dapat memenuhi permintaan, mengurangi kerusakan lingkungan disebabkan karena proses pertambangan. Plastik mungkin tidak dapat didaur ulang berkali-kali seperti aluminium, namun menemukan kegunaan plastik yang baru untuk plastik yang direklamais mampu melestarikan minyak tanah (sumber daya tak terbarukan). Produksi kaca menggunakan bahan mentah yang biasa seperti pasir kuarsa, namun energi yang disimpan oleh pabrik dengan mendaur ulang kaca mampu mengurangi emisi karbon.Setelah mengetahui uraian diatas, dapat ditarik keimpulan bahwa mendaur ulang lebih menghemat energi daripada menciptakan produk baru dari bahan mentah.
     3) Penghematan Lahan Tempat Pembuangan Akhir (TPA)
      Sampah plastik merupakan salah satu limbah yang mempunyai andil cukup besar terhadap tempat pembuangan akhir (TPA). Pengelolaan sampah plastik yang hanya cukup ditimbun atau dibuang merupakan pola pikir yang salah. Banyaknya timbunan sampah akan menimbulkan berbagai macam dampak negatif. Apalagi jika penimbunan tersebut dilakukan dengan memilih lahan yang tidak tepat, misalnya dekat dengan pemukiman pensduduk, sekolah, dan lain- lain. Oleh sebab itu pola pikir bahwa pengelolaan sampah hanya dibuang harus diubah. Tidak selamanya dengan menimbun sampah akan menyelesaikan masalah. Apalagi plastik, kita tentu mengetahui plastik merupakan bahan yang tidak dapat terurai. Maka dengan cara didaur ulang atau dimanfaatkan kembali dapat menghemat lahan TPA.

 4) Lingkungan Asri ( bersih, sehat, nyaman)         
      Suatu Lingkungan dapat dikatakan asri apabila memnuhi syarat bersih,   sehat dan nyaman. Lingkungan asri dapat tercipta apabila lingkungan tersebut bersih dari sampah plastik yang berserakan. Jika lingkungan tersebut bersih dari sampah, maka akan tercipta lingkungan sehat. Untuk menciptakan lingkungan yang asri tersebut maka diperlukan beberapa tindakan. Tindakan atau langkah yang dapat d tempuh diantaranya mengolah sampah yang berada pada lingkungan menjadi kerajinan atau barang yang bernilai ekonomis. Jika sampah plastik di lingkungan dapat dikurangi maka lingkungan akan nyaman untuk ditempati.

5)    Mengurangi Pencemaran
       Pencemaran tanah dan air sangat didominasi oleh sampah plastik. Hal ini disebabakan konsumsi terhadap plastik tidak terbatas, sedangkan kesadaran akan dampak yang di timbulkan belum dipahami. Lapisan tanah yang terkontaminasi dengan sampah plastik menyebabkan rusaknya lapisan humus. Jika lapisan humus pada tanah rusak, tanah akan sulit ditumbuhi tanaman. Sedangkan air yang terkontaminasi dengan plastik, akan menyebabkan air tersebut tidak baik untuk dikonsumsi karena mengandung banyak bakteri yang akan mengancam kesehatan. Dengan membuat kreasi dari sampah plastik yang terdapat di lingkungan sekitar kita, bisa sedikit membantu mengurangi dampak tersebut.
  
E. Kesimpulan
     Limbah plastik merupakan salah satu  masalah yang terdapat dalam lingkungan. Hal ini disebabkan karena belum adanya kesadaran untuk menanggulangi samapah tersebut. Sikap individu yang cenderung tidak peduli dengan kesehatan lingkungan inilah yang menjadi penyebab pencemaran lingkungan terus terjadi. Kurangnya pengetahuan mengenai dampak yang akan ditimbulkan limbah plastik dalam lingkungan juga menjadi salah satu faktor pendukungnya. Untuk itu diperlukan pematangan sosialisasi serta pendidikan tentang pengolahan limbah. Selain itu diperlukan juga berbagai tindakan atau upaya bagaimankah cara menanggulangi limbah tersebut.
     Pemanfaatan limbah plastik merupakan salah satu  upaya menekan pembuangan plastik seminimal mungkin dan dalam batas tertentu menghemat sumber daya dan mengurangi ketergantungan bahan baku impor. Salah satu cara yang dapat ditempuh dalam pemanfaatan limbah plastik  diantaranya adalah dengan membuat kerajinan tangan. Kerajinan tangan yang dibuat secara  kreatif  dan inovatif akan meningkatkan nilai ekonomis dari limbah plastik. Selain itu, upaya pemanfaatan tersebut akan melatih sikap individu untuk berbuat kreatif. Mereka bisa memanfaatkan waktu luang dengan kegiatan positif.  Dengan cara inilah plastik yang berada pada lingkungan akan dapat ditekan jumlahnya.
    Tidak ada kata terlambat untuk memulai sesuatu yang baik. Mulailah dari diri kita pribadi, dengan upaya sadar memanfaatkan limbah yang terdapat di  lingkungan sekitar kita. Kemudian ajaklah orang- orang disekitar kita untuk membuat kerajinan tangan dengan memanfaatkan limbah plastik  yang berada pada lingkungan. Dengan cara tersebut maka kita dapat menyalurkan kreatifitas yang kita miliki. Selain itu lingkungan akan tetap terjaga keindahan serta tidak menutup kemungkinan kita bisa menciptakan lapangan pekerjaan. Sedikit usaha yang kita lakukan akan sangat bermanfaat untuk menjaga bumi dari kerusakan.


Daftar Referensi                                                                      
http//www.google.com/Penghematan sumber daya, Boy Macklin,
29 Desember 2011
http//www.google.com/ Baratha Kalbuaji, 02 Januari 2012
http//www.google.com/ Pemanfaatan Limbah Plastik, Wikipedia Bahasa Indonesia, 02 Januari 2012
http//nationalgeographic.com, Hemat Energi dengan Daur Ulang.







Tidak ada komentar:

Poskan Komentar