Tampilkan postingan dengan label Pengetahuan Umum. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pengetahuan Umum. Tampilkan semua postingan

Jumat, 11 Oktober 2013

HAKIKAT SASTRA ANAK




 Oleh : Kartika Septiarini, S.Pd.*


     A.    Hakikat Sastra Anak
Sastra berbicara tentang hidup dan kehidupan, tentang berbagai persoalan hidup manusia, tentang kehidupan di sekitar manusia, tentang kehidupan pada umumnya, yang semuanya diungkapkan dengan cara dan bahasa yang khas. Artinya, baik cara pengungkapanannya maupun bahasa yang dipergunakan untuk mengungkapkan berbagai persoalan hidup, atau biasa disebut gagasan,adalah khas sastra, khas dalam poengertian lain dari pada yang lain.

Macam-Macam Karangan


Oleh: Peni Widi Hastuti, berbagai sumber
    1.      DESKRIPSI 
     Merupakan karangan yang menggambarkan suatu (objek) secara terperinci atau mendetail sehingga tampak seolah- olah pembaca melihat, mendengar dan merasakannya sendiri.

TEORI BELAJAR VAN HIELE

A. Pendahuluan

Dua tokoh pendidikan matematika dari Belanda, yaitu Pierre Van Hiele dan isterinya, Dian Van Hiele-Geldof, sekitar tahun 1957 sampai 1959 mengajukan suatu teori mengenai proses perkembangan yang dilalui siswa dalam mempelajari geometri. Dalam teori yang mereka kemukakan, mereka berpendapat bahwa dalam mempelajari geometri para siswa mengalami perkembangan kemampuan berpikir melalui tahap-tahap tertentu.

TEORI BELAJAR GAGNE

A.  Objek Belajar Matematika
  Komponen-komponen dalam proses belajar menurut Gagne dapat digambarkan  sebagai  S - R.  Sadalah  situasi  yang  memberi   stimulus, R  adalah  respons  atas  stimulus  itu,  dan  garis  di  antaranya adalah    hubungan  di antara   stimulus  dan   respon  yang terjadi dalam diri seseorang yang tidak dapat kita amati, yang bertalian dengan sistem alat saraf di mana terjadi transformasi perangsang yang diterima melalui alat dria. Stimulus ini merupakan input yang berada di luar individu dan respon adalah outputnya,  yang  juga berada  di  luar  individu sebagai hasil  belajar yang dapat diamati.

TEORI BELAJAR DIENES

A.    Tinjauan Singkat Teori Belajar Dienes

Zoltan P. Dienes adalah seorang matematikawan yang memusatkan perhatiannya pada cara-cara pengajaran terhadap siswa-siswa. Dasar teorinya bertumpu pada Piaget, dan pengembangannya diorientasikan kepada siswa-siswa, sehingga sistem yang dikembangkannya itu menarik bagi siswa yang mempelajarinya.

KONSEP TEORI BRUNER


Jerome S.Bruner seorang ahli psikologi (1915) dari Universitas Harvard, Amerika Serikat, telah mempelopori aliran psikologi kognitif yang memberi dorongan agar pendidikan memberikan perhatian pada pentingnya pengembangan berfikir. Bruner banyak memberikan pandangan mengenai perkembangan kognitif manusia, bagaimana manusia belajar atau memperoleh pengetahuan, menyimpan pengetahuan dan mentransformasi. Dasar pemikiran teorinya memandang bahwa manusia sebagai pemroses, pemikir dan pencipta informasi. Bruner menyatakan belajar merupakan suatu proses aktif yang memungkinan manusia untuk menemukan hal-hal baru di luar informasi yang diberikan kepada dirinya.

Minggu, 06 Oktober 2013

NAPZA ( Narkotika, Psikotropika, dan Zat Adiktif )


Oleh: Peni W Hastuti, berbagai sumber
    A.    Narkotika, Psikotropika, dan Zat Adiktif
    1.      Narkotika
Narkotika (Menurut Undang-Undang RI Nomor 22 tahun 1997 tentang Narkotika) adalah zat atau obat yang berasal dari tanaman atau bukan tanaman baik sintetis maupun semisintetis yang dapat menyebabkan penurunan atau perubahan kesadaran, hilangnya rasa, mengurangi sampai menghilangkan rasa nyeri, dan dapat menimbulkan ketergantungan.

    b.      Macam – macam narkotika
Narkotika Golongan I :
 Narkotika yang hanya dapat digunakan untuk tujuan ilmu pengetahuan, dan tidak ditujukan untuk terapi serta mempunyai potensi sangat tinggi menimbulkan ketergantungan, (Contoh : heroin/putauw, kokain, ganja).
Narkotika Golongan II :
Narkotika yang berkhasiat pengobatan digunakan sebagai pilihan terakhir dan dapat digunakan dalam terapi atau tujuan pengembangan ilmu pengetahuan serta mempunyai potensi tinggi mengakibatkan ketergantungan (Contoh : morfin, petidin).
Narkotika Golongan III :
Narkotika yang berkhasiat pengobatan dan banyak digunakan dalam terapi atau tujuan pengembangan ilmu pengetahuan serta mempunyai potensi ringan mengakibatkan ketergantungan (Contoh : kodein).